Sabtu, 07 September 2013

Pilkadot

Pemilihan pemilihan umum, entah itu presiden dan dpr ato gubernur, walikota, bupati, dsbnya yg dilangsungkan secara LUBER langsung, umum, bebas dan rahasia (katanya) msh mnjadi bahasan yg tak kunjung habis..
Entah ditinjau dari perspektif kata umum bebas dan rahasianya sendiri maupun dari pelaksanaan dilapangan yg selalu menimbulkan intrik2 yg trkadang justru menimbulkan konflik2 horisontal.
Rakyat sangat dibuat bingung dengan semua sandiwara yg dibungkus rapih lwt pemilu atau apapun namanya..
Saya sendiri lbh suka dengan menyebut pilkadot sebab warna polkadot adalah warna dasar putih yg dipenuhi dengan bintik atau bulatan2 warna hitam..
Itulah cermin sesungguhnya dunia perpolitikan di negara ini..
Sebuah kemustahilan jika kesucian warna putih itu akan selalu berwarna putih, pasti ada saja nuansa bintik hitam dlm wajah politik indonesia..
Entah itu disengaja seperti byk kasus penggelembungan suara dan money politik ataupun yg tdk disengaja kalau ada.
Membahas soal politik intrik dan konflik di negara ini, sama halnya menghitung jumlah bintang dilangit atau mengukur volume air laut dimana sangat tdk terbatas.

Politik Indonesia mungkin akan berjalan terus menerus seperti ini jika rakyat terus menerus hanya dicecoki dengan kebohongan dan sandiwara2 dengan banyak babak..

Ahh kenapa jg saya tiba2 membahas soal ini.. pdhal saya sebenarnya tidak mengerti dgn ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar