Minggu, 13 Februari 2011

Maafkan Aku TUHAN,,

Maafkan aku karena mencoba membelaMU,
Maafkan aku yang meneriakkan NamaMU tanpa kesopanan,
Maafkan aku yang menginjak2 ciptaanMU yang lain,
Maafkan aku sebab mencoba meng-KERDIL-kan arti NAMAMU yang Besar,

Maafkan aku TUHAN,,
Engkau Maha Kuasa, Maha Perkasa, Segala Maha ada padaMU,
Lalu aku yang hanya terdiri dari darah dan daging, mencoba membelaMU?
Betapa gobloknya aku,
Betapa berdosanya aku,,,

Manusia yang fana mencoba membela yang ABADI...


Baca Selanjutnya......

Minggu, 06 Februari 2011

MATI DAN DIAM





Aku tak lagi punya kekuatan,,
Berdiri pun hanya mengandalkan tongkat sebagai tumpuan,,
Kebebasan itu,,,kebebasan itu hanya cerita lalu,,
Matahari pun terjebak dalam kekalutan mendung..

Ahhh,,
Kudapati sebatang rokok dibalik lipatan koran kemarin,,
Koran yang kuperoleh dari seorang anak pedagang koran diperempatan lampu merah,
Hasil tukar menukar antara selembar kertas bergambar pahlawan dengan kumpulan berita yang diberi penyedap rasa,,

Ohhh,,,
Ada yang mati(lagi),.
Mati karena ingin bebas,,
bebas menentukan nasib sendiri, bebas memilih sendiri,,
bebas untuk mencari kebenaran yang mereka anggap benar,,
Tapi mereka terkulai lemas dan tak bernyawa(lagi)

Disebuah negeri yang memberi kebebasan,
ada yang mati karena menginginkan sejumput kecil dari kebebasan,,
mati dan tak bernyawa,,,
mati dan diam...

MATI DAN DIAM,,

Apakah kemudian kematian membuat mereka diam?
Yah, kematian telah membuat mereka DIAM,
tetapi mayat mereka terus berteriak,,
berteriak-teriak menuntut kebebasan yang selalu didengung-dengungkan,,
lewat radio, koran televisi dan majalah,,

Ahhh....
Kebebasan macam apa!!!

Hingga mati dan darah mengering?
tak kunjung ada kebebasan,,,
cengkeraman teror selalu menyetubuhi langkah kebebasan,,
hingga lautan pun menggeliat kegelian,,

Yah, mereka hanya bisa MATI DAN DIAM,,!!
tak bisa berbuat apa-apa...
Hukum hanya terpasung dalam kondom penuh lelehan sperma,,
MATI DAN DIAM..

Ahh,,
Pikiran makin ngaco...

MARI MATI DAN DIAM....
Baca Selanjutnya......

Senin, 17 Januari 2011

Tai Kucing Bagian Hidupku


Kembali ke rutinitas yang membosankan,,
bergumul dengan tumpukan kertas-kertas lusuh,,
Merah,putih,hijau,kuning,,berlapis-lapis,,
mengejar sebuah status "pegawai",
"Biar tak malu jika ditanya sudah kerja ato blom?", kata Emak..

Ahh,,tai kucing,,ketika bau busuk mirip kotoran kucing menghampiri ujung nafasku, huh,,
baunya begitu menyengat seperti bau mayat,,mayat korban kekerasan dalam bekerja,,
Iahh,,Tenaga Kerja Indonesia bernasib begitu memilukan,,sangat memilukan,,
dirampok bahkan nyawa menjadi taruhannya,,TRAGIS!

Ahh,,bau yang mirip tai kucing itu kembali menusuk hingga rongga dada,,nafas ku tercekat,, huh,
tercekat seperti saat menyaksikan GAYUS begitu bebas menari-nari diatas HUKUM,, "Ahh, ganti saja chanelnya,,ganti sinetron aja!", kata Bapak. "Karena ga ada beda,,semua kasus di negeri ini seperti kisah dalam sinetron,,ga ada habisnya..bla..bla..bla", semakin panjanglah khotbah si Bapak.

Bau yang mirip tai kucing itu belum juga sirna,,akhirnya kuputuskan untuk mencari sumber dari bau yang sangat tidak sedap itu,,
Baunya tercium begitu rupa tapi asal dari bau itu belum juga kutemukan,,seperti KASUS CENTURY yang sumbernya sudah diketahui tapi menjadi kabur..bur..bur..bur...
arghhhh....

Dimana letak bau, bau dan bau itu???
Hilir mudik, mondar mandir, kesana kemari, aku mencari,,seperti Aparat hukum yang mencari-cari atau mencoba berpura-pura mencari siapa yang patut untuk didakwa bersalah,, Hemmm,,

Setelah berhari-hari mencari,,,cieee,,,
akhirnya kutemukan juga sumber dari bau tersebut,,,
Setelah melakukan investigasi yang mendalam dapat disimpulkan bahwa :
  1.  Benar bahwa memang itu adalah tai kucing.
  2.  Tai kucing tersebut berada dan melekat tepat pada sebuah ban mobil yang terparkir didepan rumah
  3. Usut punya usut, mobil tersebut ber plat MERAH,,,
  4.  Ternyata mobil tersebut milik pejabat A yang datang berkunjung pada hari itu guna meresmikan balai desa.
Hmm,,,setelah mengumpulkan semua bukti-bukti,, akhirnya...

aku memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut,,iahhh seperti aparat hukum yang tak punya nyali ketika berhadapan dengan orang-orang dari pemerintahan,,orang-orang yang berkuasa,,orang-orang yang punya duit,,,

Ahhhhh,,,,,kapan ku punya nyali untuk menyatakan kebenaran? Soal tai kucing seperti itu saja sudah membuat ciut nyali ku..

Ahhhhh,,,,Bau Tai Kucing itu kembali merayap disela-sela hembusan angin,, Bau tai kucing itu ternyata telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupku,,jadi nikmati saja..!!

Ahhhhhhh,,,betapa bodohnya...
Baca Selanjutnya......

Sabtu, 15 Januari 2011

KESEMPURNAAN

Hm,

Yahhh,, aku terdiam dan sedikit terperangah,

Mengapa? Iahh, mengapa...

Mengapa semua ini menjadi begitu sempurna,,

iahh sempurna, KESEMPURNAAN yang tak mungkin tuk terjamah,,

terjamah oleh tangan-tangan yang seolah-olah tak berdosa,

iahh, berdosa,
siapa yang berdosa dan siapa yang luput dari dosa,
dosa? dosa apa?

dosa dari apa yang engkau namakan KESEMPURNAAN,,

iahh DOSA YANG SEMPURNA..

dosa-dosa yang tak terbalas, sebab KESEMPURNAAN menjadi benteng yang begitu tebal,,

tebal untuk ditembus,,

bahkan oleh peluru kendali paling canggih sekalipun,,

iahh,, sebab manusia yang memegang picu peluru itu juga memiliki dosa yang sama,,

DOSA YANG SEMPURNA,,

Dosa itu semakin besar dengan pupuk kebohongan,,

KEBOHONGAN yang selalu ditaburkan lewat media,,

Ya, media yang begitu rakus akan rating menjadikan kebohongan itu menjadi lebih sempurna,,

KEBOHONGAN YANG SEMPURNA,,

kesempurnaan dari kebohongan itu membuat kami, aku, kamu dan kalian menjadi begitu terlena,,

terlena dengan buaian kebohongan yang dikemas rapi oleh media,,

televisi, radio, koran dan majalah bahkan internet menjadi alat kebohongan yang sempurna,,

DOSA YANG SEMPURNA dibalut rapi oleh KEBOHONGAN YANG SEMPURNA menjadi menu sehari-hari,, seperti duduk di sebuah restoran siap saji yang tahu bahwa menu kemarin, hari ini adalah sama dengan menu esok hari,,

Tetapi kita, kamu, aku dan kalian turut menjadi pencipta dari DOSA YANG SEMPURNA dengan balutan KEBOHONGAN YANG SEMPURNA itu,,SADAR atau TIDAK SADAR...!!!
Baca Selanjutnya......

BEDA ITU INDAH


Biarlah kalian mati dan terinjak,
Bila kalian anggap perbedaan adalah sebuah ancaman,
Biarlah kalian tak dilahirkan,
Jika perbedaan adalah keinginan untuk menghancurkan,

Karena aku, kamu dan kalian,
Karena aku, kamu dan kalian.
KARENA AKU, KAMU DAN KALIAN!!
BERBEDA!!

Mencoba merecoki syaraf dengan dalil palsu tentang persamaan
Berhentilah membual tentang kebenaran palsu,
Bawa semua retorika anjing maksiat kalian kedalam kubur batu
Sebab bersama kalian kami akan mati dan tenggelam

Mari, merayakan indahnya perbedaan

Karena aku, kamu dan kalian,
Karena aku, kamu dan kalian.
KARENA AKU, KAMU DAN KALIAN!!
BERBEDA!!

PERBEDAAN BUKAN ANCAMAN KARENA PERBEDAAN ADALAH SEBUAH KEINDAHAN..

BEDA ITU INDAH.....
Baca Selanjutnya......